Sabtu, 27 Juli 2013

Safinatun Najah (Tasydid dalam Bacaan Tasyahud)

0 komentar


(Fashol)
Tasydid Dalam Bacaan Tasyahud
1.      Di atas huruf Ta' pada lafadz “At Tahiyyaat”
2.      Di atas huruf Ya' pada lafadz “At Tahiyyaat”
3.      Di atas huruf Shod pada lafadz “Mubaarokaatus Sholawaat”
4.      Di atas huruf Tho' pada lafadz “At Toyyibaat”
5.      Di atas huruf Ya' pada lafadz “At Toyyibaat”
6.      Di atas huruf Lam pada lafadz “Lillaah”
7.      Di atas huruf Sin pada lafadz “As Salaamu”
8.      Di atas huruf Ya' pada lafadz “Ayyuhan Nabiyyu”
9.      Di atas huruf Nun pada lafadz “Ayyuhan Nabiyyu”
10.  Di atas huruf Ya' pada lafadz “Ayyuhan Nabiyyu”
11.  Di atas huruf Lam pada lafadz “Warahmatullaahi”
12.  Di atas huruf Sin pada lafadz “As Salaamu 'Alaynaa”
13.  Di atas huruf Lam pada lafadz “'Ibaadil Laah”
14.  Di atas huruf Shod pada lafadz “As Shoolihiin”
15.  Di atas huruf Alif Lam pada lafadz “Ashadu Al Laa”
16.  Di atas huruf Lam pada lafadz “Illallaah”
17.  Di atas huruf Lam Jalaalah pada lafadz “Illallaah”
18.  Di atas huruf Nun pada lafadz “An Na”
19.  Di atas huruf Mim pada lafadz “Muhammadan”
20.  Di atas huruf Lam pada lafadz “Muhammadar Rosuulullaah”
21.  Di atas huruf Lam pada lafadz “Rosuulullaah”
(Fashol)
Tasydid Dalam Bacaan Shalawat
1.      Di atas huruf Lam pada lafadz “Allaahumma”
2.      Di atas huruf Mim pada lafadz “Allaahumma”
3.      Di atas huruf Lam pada lafadz “Shalli”
4.      Di atas huruf Mim pada lafadz “Muhammad”
(Fashol)
Tasydid Dalam Bacaan Salam
Ucapan salam (dalam shalat), minimal : Assalaamu 'Alaikum”. Tasydid “ salam (dalam shalat) ada pada huruf Sin
(Fashol)
Waktu Pelaksanaan Shalat
1.      Dzuhur : Diawali saat sejak tergelincirnya matahari dan akhirnya saat bayangan (suatu benda) sama dengan bendanya
2.      Ashar : Diawali saat panjang bayangan benda melebihi benda aslinya (lebih sedikit dari benda aslinya) hingga terbenamnya matahari
3.      Maghrib : Diawali sejak terbenamnya matahari dan berakhir saat mega berwarna merah di langit mulai hilang.
4.      'Isya' : Diawali saat mega merah di langit hilang dan berakhir saat fajar shadiq (fajar saat subuh) terbit
5.      Shubuh : Diawali saat fajar shadiq terbit dan diakhiri saat matahari terbit.
Macam-Macam Mega Dilangit
1.      Mega berwarna Merah
2.      Mega berwarna Kuning
3.      Mega berwarna Putih
ü  Mega merah, adalah waktu Maghrib, sedangkan mega kuning dan putih adalah waktu ‘Isya’  
ü  Disunnahkan mengakhirkan waktu 'isya, yaitu apabila mega berwarna kuning dan putih mulai hilang.
(Fashol)
Waktu Yang Dilarang Untuk Shalat
1.      Saat matahari terbit hingga naik seukuran tombak
2.      Saat matahari tepat berada di atas kepala, selain hari jumat sampai matahari tergelincir
3.      Saat matahari berwarna kuning senja hingga terbenam
4.      Setelah shalat shubuh sampai terbit matahari
5.      Setelah shalat 'ashar hingga terbenam
(Fashol)
Waktu Untuk Berdiam Sejenak Dalam Shalat
1.      Antara Takbirotul ihram dan membaca do'a Iftitah
2.      Antara membaca do'a iftitah dan membaca ta'awudh
3.      Antara Membaca Fatihah dan Membaca Ta’awudh
4.      Antara Membaca akhir Fatihah dan Membaca Amin
5.      Antara Membaca Amin dan membaca Surat (setelah surat al-Fatihah)
6.      Antara Membaca Surat (setelah surat al-Fatihah) dan Ruku'
(Fashol)
Waktu yang diwajibkan Thuma’ninah dalam Shalat
1.      Ruku'
2.      I'tidal
3.      Sujud
4.      Duduk diantara dua sujud
Thuma'ninah adalah diam sejenak setelah bergerak dimana setiap anggota badan diam pada tempatnya, kira-kira cukup untuk membaca “Subhaanallaah
(Fashol)
Penyebab Sujud Sahwi
1.      Meninggalkan sunnah Ab’ad di dalam shalat
2.      Melakukan hal-hal yang akan membatalkan shalat jika (ditinggalkan secara) sengaja, namun tidak membatalkan shalat jika (ditinggalkan) lupa.
3.      Memindah rukun Qauli ke selain tempatnya
4.      Melakukan Rukun Fi’li (rukun yang berupa gerakan) serta kemungkinan lebih (dari yang sudah ditentukan).
(Fashol)
Sunnah Ab’ad (dalam shalat)
1.      Membaca Tasyahud Awal
2.      Duduk ketika Tasyahud Awal
3.      Membaca Shalawat kepada Nabi ketika Tasyahud Awal
4.      Membaca Shalawat kepada keluarga Nabi ketika Tasyahud Akhir
5.      Membaca doa Qunut
6.      Membaca Shalawat kepada Nabi, keluarga dan sahabat beliau dalam Doa Qunut
7.      Membaca Salam kepada Nabi, keluarga dan sahabat beliau dalam Doa Qunut

Safinatun Najah (Niat Shalat)

0 komentar


(Fashol)
Tingkatan Niat
1.      Apabila Shalat Wajib, maka harus memenuhi kriteria :
a.      Qashdul Fi’li
b.      At-Ta’yin
c.       Al-Fardliyah
2.      Apabila Shalat Naafilah/Sunnah, seperti Shalat Rawatib (shalat sunnah yang mengiringi shalat fardlu) atau shalat Dzawati sababin, maka harus memenuhi kriteria :
a.      Qashdul Fi’li
b.      At-Ta’yin
3.      Apabila Shalat Nafilah/Sunnah Muthlaq, maka harus memenuhi kriteria :
a.       Qashdul Fi’li saja
Catatan :
1)      . Al-Fi’li (Qashdul Fi’li : sengaja melakukan), yakni Ushalli (saya niat shalat)
2)      . At-Ta’yin (menentukan), yakni dhuhur, ashar, dan lain-lain
3)      . Al-Fardliyah (wajib), Fardlan / wajib.
(Fashol)
Syarat Takbiratul Ihram
1.      Dilakukan dengan berdiri, jika dalam shalat wajib
2.      Menggunakan bahasa 'Arab
3.      Menggunakan Lafadz Jalaalah (Allaahu)
4.      Dilanjutkan dengan menggunakan Lafadz “Akbar
5.      Berurutan antara lafadz “Allaahu” dan “Akbar
6.      Tidak memanjangkan hamzah pada lafadz Allah seperti Aallaahu
7.      Tidak memanjangkan fathah pada huruf Ba' seperti Akbaaar..
8.      Tidak memberi tekanan pada huruf Ba' seperti AkBbar...
9.      Tidak menambah huruf wawu diantara Allahu dan Akbar, baik wawu mati atau berharakat. Seperti Allaahuuw Akbar (wawu mati) atau Allaahu Wa Akbar (Wawu hidup)
10.  Tidak menambah huruf wawu sebelum lafadz Jalalah, Allahu seperti Wallaahu Akbar
11.  Tidak berhenti diantara lafadz Allaahu dan Akbar, baik sebentar ataupun lama, seperti : Allaahu - Akbar (lama) atau pun Allaahu Akbar (sebentar)
12.  Hendaklah orang yang mengucapkan Takbirotul Ihram, mendengar seluruh huruf yang diucapkannya
13.  Telah masuk waktu shalat (khusus shalat yang berdasarkan waktu)
14.  Menghadap Qiblat saat mengucapkan takbirotul ihram
15.  Tidak merubah pengucapan Takbirotul Ihram meskipun hanya satu huruf
16.  Diucapkan setelah Takbirotul Ihram Imam (khusus bagi makmum)
(Fashol)
Syarat Membaca Fatihah
1.      Tertib antar ayat (Berurutan)
2.      Bersambung antar ayat (Muwaalah)
3.      Menjaga huruf2 nya sesuai pada tempatnya (jangan sampai ada yang terlewat)
4.      Menjaga tasydid2 nya sesuai pada tempatnya (jangan sampai ada yang terlewat)
5.      Tidak boleh berhenti – baik sebentar atau lama- dengan tujuan memutus bacaan fatihah
6.      Membaca seluruh ayat fatihah, termasuk di dalamnya Bismillaahirrohmaanirrohiim
7.      Tidak boleh pelat (salah pengucapan) yang sampai merobah makna
8.      Dibaca dengan berdiri, jika shalat fardhu
9.      Harus mendengar setiap bacaan
10.  Tidak boleh diselingi dzikir (doa) selain fatihah
(Fashol)
Tasydid Dalam Fatihah
1.      Di atas huruf Lam pada lafadz “Bismillah”
2.      Di atas huruf Ro' pada lafadz “ Ar Rohmaan”
3.      Di atas huruf Ro' pada lafadz “ Ar Rohiim”
4.      Di atas huruf Lam Jalaalah pada lafadz “Alhamdu Lillaah”
5.      Di atas huruf Ba' pada lafadz “Robbil 'Aalamiin”
6.      Di atas huruf Ro' pada lafadz “ Ar Rohmaan”
7.      Di atas huruf Ro' pada lafadz “ Ar Rohiim”
8.      Di atas huruf Dal pada lafadz “ Maaliki Yaumiddiin”
9.      Di atas huruf Ya' pada lafadz “ Iyyaaka Na'budu”
10.  Di atas huruf Ya' pada lafadz “ Iyyaaka Nasta'iin”
11.  Di atas huruf Shod' pada lafadz “ Ihdinas Shirootol Mustaqiim”
12.  Di atas huruf Lam pada lafadz “ Shirootol Ladziina”
13.  Di atas huruf Dlod' pada lafadz “ Ghoiril Maghdluubi 'Alayhim Walad Dloolliin”
14.  Di atas huruf Lam pada lafadz “Dloolliin”
(Fashol)
Waktu yang disunnahkan dalam mengangkat tangan
1.      Ketika Takbirotul Ihram
2.      Ketika Ruku'
3.      Ketika bangun dari ruku'
4.      Ketika bangun dari Tasyahud pertama
(Fashol)
Syarat-Syarat Sujud
1.      Hendaklah bersujud dengan 7 anggota badan
2.      Hendaklah kening tidak tertutup sesuatu
3.      Menekankan kepala ke bumi (lantai)
4.      Tidak ada alasan turun kecuali untuk untuk bersujud
5.      Tidak bersujud diatas sesuatu yang ikut bergerak ketika sujud
6.      Meninggikan pantat melebihi kepala
7.      Thuma'ninah di dalam sujud
(Fashol)
Anggota Sujud
1.      Kening
2.      Telapak tangan kanan
3.      Telapak tangan kiri
4.      Lutut kanan
5.      Lutut kiri
6.      Ujung kaki kanan
7.      Ujung kaki kiri ( keduanya wajib ditekuk dan dihadapkan ke qiblat,kecuali jika sakit)

 

Ka'bah Night | powered by Blogger | created from Minima retouched by ics - id